Misteri bangku kosong, Tangis Sang Ibu Jimmy Pecah di SMA St. Xaverius

Gunungsitoli,Radarinvestigasi.com

Keluarga besar SMA Swasta St. Xaverius Gunungsitoli menggelar kebaktian untuk mengenang kepergian Jimmy pada Jumat(30/08/2019).

Pantauan awak media, Siswa-siswi serta guru di sekolah tersebut merasa kehilangan atas kepergian Jimmy Harefa. Mereka mendoakannya agar ia tenang di alam baka. Selain itu, mereka juga mendoakan penegak hukum agar diberi kekuatan untuk mengusut kasus tragis tersebut.
Orangtua Jimmy juga tampak hadir. Dimana kedua Orangtuanya diketahui Otorius Harefa (Ayah) dan Timeria Zendrato ( Ibu).

Usai Acara doa bersama, Kepala Sekolah SMAS St. Xaverius Suster Ketdinar Samosir menemani Sang ibu melihat ruang kelas XI, tempat dimana Jimmy pernah menimba ilmu. Saat mendapati salah satu kursi kosong, tangis ibunya pecah. Sontak membuat seisi ruangan itu diselimuti kesedihan.

Sambil menangis Timeria bicara tak karuan. Seolah ia tidak terima kepergian anaknya yang meninggal dengan tragis itu.

“Anakku, berikan petunjuk sama mama siapa yang melakukan ini samamu nak? apa kesalahanmu kepada mereka Nak?”. Kata Timeria sambil tersedu-satu.

Lanjutnya, “Ibu minta maaf jika jimmy selama dia bersama dengan kalian semua pernah buat salah. Dan kalian semua baik-baik sekolah ya nak?”. Katanya lagi, yang membuat siswa di ruangan itu ikut meneteskan air mata.

Sementara, Ketdinar Samosir Kepala sekolah SMA Swasta Xaverius Gunungsitoli menyampaikan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas kepergian Jimmy dan berharap pengusutan kasusnya dapat segera dituntaskan.

“Kami mendoakan semoga anak kami ini mendapat tempat yang tenang bersama Tuhan. Dan kami juga berdoa semoga terungkap pelaku yang melakukan hal ini kepada anak kami jimmy”. Ucap Suster Ket sembari menahan kesedihan.

Misteri bangku kosong, Tangis Sang Ibu Jimmy Pecah di SMA St. Xaverius

Gunungsitoli,Radarinvestigasi.com

Keluarga besar SMA Swasta St. Xaverius Gunungsitoli menggelar kebaktian untuk mengenang kepergian Jimmy pada Jumat(30/08/2019).

Pantauan awak media, Siswa-siswi serta guru di sekolah tersebut merasa kehilangan atas kepergian Jimmy Harefa. Mereka mendoakannya agar ia tenang di alam baka. Selain itu, mereka juga mendoakan penegak hukum agar diberi kekuatan untuk mengusut kasus tragis tersebut.
Orangtua Jimmy juga tampak hadir. Dimana kedua Orangtuanya diketahui Otorius Harefa (Ayah) dan Timeria Zendrato ( Ibu).

Usai Acara doa bersama, Kepala Sekolah SMAS St. Xaverius Suster Ketdinar Samosir menemani Sang ibu melihat ruang kelas XI, tempat dimana Jimmy pernah menimba ilmu. Saat mendapati salah satu kursi kosong, tangis ibunya pecah. Sontak membuat seisi ruangan itu diselimuti kesedihan.

Sambil menangis Timeria bicara tak karuan. Seolah ia tidak terima kepergian anaknya yang meninggal dengan tragis itu.

“Anakku, berikan petunjuk sama mama siapa yang melakukan ini samamu nak? apa kesalahanmu kepada mereka Nak?”. Kata Timeria sambil tersedu-satu.

Lanjutnya, “Ibu minta maaf jika jimmy selama dia bersama dengan kalian semua pernah buat salah. Dan kalian semua baik-baik sekolah ya nak?”. Katanya lagi, yang membuat siswa di ruangan itu ikut meneteskan air mata.

Sementara, Ketdinar Samosir Kepala sekolah SMA Swasta Xaverius Gunungsitoli menyampaikan turut berduka cita sedalam-dalamnya atas kepergian Jimmy dan berharap pengusutan kasusnya dapat segera dituntaskan.

“Kami mendoakan semoga anak kami ini mendapat tempat yang tenang bersama Tuhan. Dan kami juga berdoa semoga terungkap pelaku yang melakukan hal ini kepada anak kami jimmy”. Ucap Suster Ket sembari menahan kesedihan.

Integrasi Regional, Otonomi Daerah, Penegakan Hukum, Dan Pelayanan Publik

Komandan Korem (Danrem) Wirabima (yang mencakup wilayah Provinsi Riau) Brigjen TNI Mohammad Fadjar (Perwira Tinggi Kopassus lulusan Akmil 1993) dalam sebuah pertemuan informal sembari berdiskusi santai bersama dengan Firman Jaya Daeli (mantan Pansus UU Pertahanan Negara dan Anggota Komisi Politik Dan Hukum DPR-RI), di Pekanbaru, Riau, Jumat, 19 Juli 2019. Pada hari yang sama, Firman Jaya Daeli yang juga pernah menjadi Tim Perumus UU Pemerintahan Daerah di DPR-RI, bertemu dan berdiskusi secara khusus bersama dengan Walikota Pekanbaru Firdaus, di Pekanbaru, Riau.

Sebelumnya, Firman Jaya Daeli bertemu dengan sahabat lama, yakni Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Provinsi Riau Uung Abdul Syakur yang juga mantan Kajati Provinsi Kalteng, di Pekanbaru, Riau, Kamis, 18 Juli 2019, saat berlangsung sebagian rangkaian acara dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adiyaksa (Hari Kejaksaan). Firman Jaya Daeli sesaat setelah tiba di Pekanbaru, Riau, Rabu, 17 Juli 2019, bertemu dan berdiskusi lama sembari dinner bersama dengan Yogi sebagai Kepala / Eksekutif General Menejer (EGM) BUMN Angkasa Pura Pekanbaru, Riau, di Bandara Sultan Syarif Kasim.


Sejumlah pertemuan diskusi ini pada dasarnya berkaitan dan berintikan perihal pemikiran strategis dan pertimbangan korelatif antara dimensi peningkatan dan pengembangan sistem pertahanan kawasan kewilayahan strategis dan stabilitas keamanan regional dengan dimensi pembangunan